Aku baru baca-baca sedikit tentang klausa subordinat karena perlu nulis materi tentang klausa subordinat deskriptif di bahasa Jepang untuk Yumeko. Sepertinya di bahasa Inggris dan Indonesia kita perlu pronomina relatif seperti who, which, dan yang:
Nick gave a handful of potato chips to the dog who was sniffing around the picnic tables.
Nick memberi sejumlah keripik kentak ke anjing yang sedang mengendus-endus di sekitar meja-meja piknik.
Di lain pihak, di bahasa Jepang klausa subordinatnya bentuknya sama seperti klausa bebas:
ピックニックテーブルの周りで嗅ぎ回っている犬
pikkunikku teeburu no mawari de kagimawatteiru inu
anjing yang sedang mengendus-endus di sekitar meja-meja piknik
Artinya, pada bahasa Indonesia dan Inggris klausa yang digarisbahawahi tidak bisa berdiri sebagai kalimat utuh, namun klausa yang digarisbawahi pada contoh kalimat bahasa Jepang di atas bisa.
Dalam konsistensi struktur pendeskripsian nomina, yang tidak konsisten adalah bahasa Inggris. Lihat ketiga contoh berikut mengenai penggunaan adjektiva untuk menerangkan nomina pada 3 bahasa ini:
blue book (MENERANGKAN DITERANGKAN)
buku biru (D M)
青い本
aoi hon (M D)
Kita bisa melihat bahwa dengan klausa subordinat, bahasa Inggris malah berganti menjadi D M padahal yang lain tetap.
Hal terakhir yang menarik adalah bahwa klausa subordinat bahasa Indonesia di atas ternyata bisa menjadi frasa nomina tanpa perubahan apapun!
Yang sedang mengendus-endus di sekitar meja-meja piknik adalah anjing temanku.
Bener nggak ya analisisnya?