Archive for the ‘bahasa’ Category

Frasa verba atau nomina? Anomali frasa nomina di bahasa Indonesia

Tuesday, July 22nd, 2008 by Agro Rachmatullah

Bahasa Indonesia memiliki konstruksi frasa yang secara struktural sama dengan frasa verba namun bisa berfungsi sebagai frasa nomina. Contohnya, frasa “makan malam” secara struktur sama dengan frasa verba “makan ikan”, dan memang bisa digunakan begitu sebagaimana pada kalimat “Kemarin saya makan malam.” Tapi frasa tersebut juga bisa bertindak sebagai nomina, yang di bahasa Inggris adalah “dinner”, sebagaimana pada kalimat “Makan malamnya sangat sederhana.” Menggunakan tata bahasa pada umumnya untuk mengubah verba ke nomina, seharusnya bentuknya adalah “makanan malam”.

(more…)

Klausa subordinat di tiga bahasa

Thursday, July 17th, 2008 by Agro Rachmatullah

Aku baru baca-baca sedikit tentang klausa subordinat karena perlu nulis materi tentang klausa subordinat deskriptif di bahasa Jepang untuk Yumeko. Sepertinya di bahasa Inggris dan Indonesia kita perlu pronomina relatif seperti who, which, dan yang:

Nick gave a handful of potato chips to the dog who was sniffing around the picnic tables.

Nick memberi sejumlah keripik kentak ke anjing yang sedang mengendus-endus di sekitar meja-meja piknik.

Di lain pihak, di bahasa Jepang klausa subordinatnya bentuknya sama seperti klausa bebas:

ピックニックテーブルの周りで嗅ぎ回っている
pikkunikku teeburu no mawari de kagimawatteiru inu
anjing yang sedang mengendus-endus di sekitar meja-meja piknik

Artinya, pada bahasa Indonesia dan Inggris klausa yang digarisbahawahi tidak bisa berdiri sebagai kalimat utuh, namun klausa yang digarisbawahi pada contoh kalimat bahasa Jepang di atas bisa.

Dalam konsistensi struktur pendeskripsian nomina, yang tidak konsisten adalah bahasa Inggris. Lihat ketiga contoh berikut mengenai penggunaan adjektiva untuk menerangkan nomina pada 3 bahasa ini:

blue book (MENERANGKAN DITERANGKAN)

buku biru (D M)

青い本
aoi hon (M D)

Kita bisa melihat bahwa dengan klausa subordinat, bahasa Inggris malah berganti menjadi D M padahal yang lain tetap.

Hal terakhir yang menarik adalah bahwa klausa subordinat bahasa Indonesia di atas ternyata bisa menjadi frasa nomina tanpa perubahan apapun!

Yang sedang mengendus-endus di sekitar meja-meja piknik adalah anjing temanku.

Bener nggak ya analisisnya?