Earth Hour dan terobosan PLN

Sementara seluruh penduduk dunia menggembar-gemborkan dan membanggakan diri atas partisipasinya dalam Earth Hour 2009, yaitu mematikan alat-alat listrik pada 28 Maret mulai dari 8.30 malam selama 1 jam, PLN sudah jauh membuat terobosan dalam hal menyelamatkan bumi ini.

Ketua PLN Jawa Tengah Joko Suranditno mengatakan, “Kita sudah punya program yang disebut orang sebagai mati bergilir. Namun sebetulnya nama program itu adalah Jam Bumi PLN.” Di Jawa Tengah program tersebut ternyata sudah berjalan cukup lama, dengan tiap daerah dimatikan kurang lebih dua kali setiap bulannya. Matinya pun tidak hanya satu jam, tapi bisa sampai lebih dari 5 jam. “Ini inisiatif dari kami untuk menyelamatkan bumi,” ujarnya.

Usaha tersebut pernah mendapat acungan jempol dari Presiden SBY, “Ini membuktikan bahwa pemerintah kita berada di garda terdepan dalam usaha kepedulian lingkungan.” Pemerintah Australia pun katanya sudah mulai mempelajari pratek yang dilakukan PLN ini untuk diterapkan di negaranya. “Respons masyarakat terhadap event-event semacam Earth Hour di Australia sangatlah bagus. Saya kira masyarakat kita juga akan sangat antusias jika diberlakukan pemadaman listrik secara berkala,” kata salah satu anggota parlemen Australia Michael Worth.

PLN Jawa Tengah bahkan berencana akan lebih agresif lagi. “Pada roadmap kami, di tahun 2010 nanti rencananya akan ada 4 pemadaman setiap bulannya. Kalau segala sesuatunya berjalan lancar, kita bisa mencapai 8 pemadaman per bulan di tahun 2015.” Presiden Amerika Serikat Barrack Obama pun sempat geleng-geleng mengetahui ada negara yang rencananya sudah sebegitu maju di bidang kepedulian lingkungan ini. “Waktu saya di Menteng dulu, listriknya selalu nyala. Ternyata Indonesia sudah maju pesat semenjak saya tinggal,” ujarnya.

Saat Joko Suranditno ditanya apakah PLN tidak takut kehilangan pelanggannya, dia menjawab dengan tegas “Kita kan monopoli. Memangnya mereka mau pindah ke mana untuk keperluan listriknya? Percayalah, yang kita lakukan adalah yang terbaik.” Dia lanjut mengatakan bahwa sudah kewajiban negara untuk mendidik rakyatnya. “Masyarakat kita itu masih bodoh. Coba saja lihat, mereka selalu membuang sampah sembarangan. Melalui Jam Bumi PLN ini kami ingin mengajarkan kepada masyarakat bahwa kita harus peduli lingkungan,” ujarnya sambil membuang putung rokoknya ke luar jendela.

Sejumlah LSM menghimbau masyarakat untuk bertindak bijak di Earth Hour 2009 ini. “Dengan memadamkan listrik secara sukarela, PLN bisa secara sembrono menyimpulkan bahwa kita suka mati lampu. Ini jelas akan diikuti oleh meningkatnya frekuensi pemadaman bergilir,” kata Ana Cendarawati ketua LSM perlindungan hak konsumen. “Vote for the consumer. Nyalakan alat-alat listrik kalian secara berlebih pada Earth Hour. Itu cara untuk menunjukkan pada PLN bahwa kita benci mati lampu.”

PS: Masih berhubungan dengan lingkungan, silahkan baca puisi-puisi lingkungan karya beberapa penyanyi Jepang

Simpan di situs bookmarking sosial:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Technorati
  • Slashdot
  • StumbleUpon
  • Sphinn
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • TwitThis
  • Live

Tags: , , , , ,

3 Responses to “Earth Hour dan terobosan PLN”

  1. Agro Rachmatullah Says:

    Disclaimer: Saya mendukung earth hour dan kegiatan peduli lingkungan secara umumnya. Saya membuang sampah pada tempatnya dan berusaha mematikan lampu saat tidak diperlukan :).

    Jadi tulisan ini tolong dianggap hanya sebagai singgungan untuk PLN, bukan yang lainnya :)

    Mari sukseskan earth hour 2009!

  2. HeLL-dA Says:

    Kayaknya Earth Hour kemaren kurang sukseslah. Cuman simbolis aja di gedung apa gitu namanya. Kalo’ masyarakat ngga begitu peduli.
    CMIIW..
    :-?

  3. djengwidz Says:

    Hahahaa…
    Lucu2,,
    Qrain td beneran… (g beneran kan???)

Leave a Reply